Emisi Global Bond US$ 575 Juta, Indika Tawarkan Kupon 5,87%

PT Indika Energy Tbk (INDY) menerbitkan obligasi global (global bond) sebesar US$ 575 juta dengan tingkat kupon sebesar 5,87 persen bertenor tujuh tahun. Adapun imbal hasil penawaran kembali (re-offer yield) ditetepakan sebesar 6,15 persen.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Grup Indika Energy Arsjad Rasjid menyatakan, obligasi mendapat sambutan baik dari investor di pasar global. Total permintaan yang terakumulasi dalam order book saat penetapan harga (pricing) berasal dari 250 rekening senilai US$ 3,5 miliar atau setara oversubscribe 6,1 kali lipat.

Ia memaparkan, investor yang membeli surat utang meliputi pasar Asia dengan persentase 50 persen, Amerika Serikat 29 persen, dan 21 persen berasal dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Adapun berdasarkan tipe investor, manajer
investasi menyerap obligasi sebanyak 92 persen. Sedangkan investor institusi yang mayoritas bank atau private bank
mencapai 7 persen. Adapun dana pensiun atau asuransi mengambil alokasi 1 persen. “Perseroan berencana mendaftar Global bond di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST),” papar Arsjad dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (3/11).

Dia memaparkan, emisi global bond perseroan sebesar US$ 575 juta adalah aksi penerbitan obligasi kedua pada 2017. Pada April lalu, Indika Energy menerbitkan obligasi bertenor lima tahun dengan nilai pokok US$ 265 juta dan tingkat kupon sebesar 6,87 persen.

Arsjad mengemukakan, obligasi global terbaru ini memiliki tingkat kupon yang lebih baik, karena lebih rendah 1 persen dibandingkan surat utang pada semester I lalu.

Global bond yang baru kata dia, mendapat kenaikan rating dari B- menjadi B+ versi Fitch’s Rating. Lalu Indika juga meraih peringkat BB dari Moody’s. “Moody’s akan mengkaji potensi kenaikkan peringkat rating obligasi Indika Energy usai perseroan menyelesaikan transaksi pembelian saham Kideco ke depan,”  kata dia.

Dia mengatakan, dana obligasi digunakan untuk membeli tambahan 45 persen saham di PT Kideco Jaya Agung (Kideco) sehingga kepemilikan Indika Energy menjadi 91 persen.

Adapun pada 22 September lalu Indika Energy menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Samtan Co., Ltd. (Samtan) dan PT Muji Inti Utama (Muji) terkait rencana penambahan kepemilikan saham sebanyak 45 persen di Kideco. Sesuai perjanjian, nilai transaksi tersebut mencapai US$ 517,5 juta, dan akan dibayar saat penutupan transaksi.

Selanjutnya, Indika Energy menyepakati kewajiban pembayaran tambahan sekitar US$ 160 juta serta penambahan bunga maksimum 10,5 persen per tahun, yang akan dibayar jika Kideco meraih perpanjangan, pembaruan atau konversi izin pertambangan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Dalam transaksi pengambil alihan saham Kideco, Indika Energy bersama PT Indikainti Corpindo selaku anak usaha akan mengambil kepemilikan Muji sebanyak 5 persen dan 40 persen saham milik Samtan di Kideco.

Kideco adalah salah satu produsen batu bara terbesar yang memiliki kapasitas terpasang 55 juta ton per tahun. “Apabila kami menaikkan kepemilikan saham hingga 91 persen, proforma earnings before interest, taxes, depreciation, (EBITDA) konsolidasi dengan Kideco akan mencapai US$ 225 juta untuk kinerja sampai semester I-2017,” papar dia.

Berdasarkan laporan keuangan, sampai semester I-2017 Indika Energy membukukan laba bersih sebesar US$ 51,22 juta berbanding rugi bersih sebesar US$ 23,02 juta pada periode sama 2016. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan 27,03 persen dari US$ 356,63 juta menjadi US$ 453,03 juta.

Post Terkait