Emas Tertekan Data Ketenagakerjaan AS

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada Jumat atau Sabtu pagi WIB (3/2), karena data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan sehingga mendorong dolar AS menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun US$ 10,60 atau 0,79 persen, menjadi US$ 1.337,30 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan pada Jumat (2/2) bahwa 200.000 pekerjaan baru diciptakan pada Januari, mencerminkan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan.

Bahkan, rata-rata upah per jam lebih baik dengan melonjak sembilan sen menjadi US$ 26,74 yang mendorong kenaikan tahunan menjadi 2,9 persen, tingkat tertinggi sejak 2009. Sekitar 18 negara bagian telah menaikkan upah minimum mereka pada Januari.

Data lapangan pekerjaan dan data upah yang lebih baik dari perkiraan memberikan dukungan signifikan terhadap dolar yang lemah.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,48 persen menjadi 89,08 pada pukul 18.05 GMT.

Sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10 tahun telah meningkat menjadi lebih dari 2,8 persen.

Perkembangan terakhir, beberapa analis mengatakan, dapat menyebabkan pendekatan agresif potensial oleh Federal Reserve AS ketika mereka memutuskan kenaikan suku bunga pada Maret dan tahun ini.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 44,6 sen atau 2,60 persen, menjadi menetap di US$ 16,709 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 8,40 atau 0,83 persen, menjadi US$ 999,40 per ounce.

Post Terkait