Emas Naik Karena Inflasi Tetap Rendah

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terus meningkat pada Jumat atau Sabtu pagi WIB (14/10), karena inflasi Amerika Serikat (AS) tetap rendah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik US$ 8,10 atau 0,62 persen menjadi US$ 1.304,60 per ounce. Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari dua minggu harga emas naik di atas US$ 1.300.

Menurut statistik resmi yang dirilis pada Jumat (13/10), indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,5 persen pada September. Namun jika tanpa memperhitungan makanan dan energi, IHK inti meningkat hanya 0,1 persen, atau 1,7 persen pada basis tahun ke tahun. Karena IHK inti tetap lebih rendah dari target 2 persen yang ditetapkan Federal Reserve AS, hal itu menimbulkan ketidakpastian mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga selanjutnya.

Indeks Dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tetap lemah pada Jumat (13/10). Indeks dolar turun 0,01 persen menjadi 93,09 pada pukul 17.10 GMT. Emas biasanya diperdagangkan secara terbalik terhadap dolar AS. Sebuah dolar AS yang lemah biasanya akan mendorong harga emas naik.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 14,5 sen atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada US$ 17,411 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya, naik US$ 6,10 atau 0,65 persen, menjadi US$ 947,90 per ounce.

Post Terkait