Emas Naik 1,7% Didorong Ancaman Perang Dagang AS-Tiongkok

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik 1,7 persen pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (24/3). Invesor banyak memborong safe haven setelah ancaman perang perdagangan antara AS dan Tiongkok semakin intensif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April bertambah US$ 22,5 atau 1,7 persen, menjadi US$ 1.349,9 per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/3) menandatangani memorandum yang dapat mengenakan tarif setidaknya US$ 50 miliar pada impor dari Tiongkok. Langkah terbaru ini menimbulkan ancaman perdagangan global.

Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Jumat (23/3) mengatakan akan memberlakukan tarif hingga US$ 3 miliar atas barang-barang AS. Tiongkok bilang para pejabat AS melanggar aturan perdagangan global.

Para analis mengatakan, di saat pasar keuangan dan saham bergejolak emas yang bersifat safe-haven menjadi menarik bagi para investor, karena lebih aman

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 19,5 sen atau 1,19 persen, menjadi US$ 16,582 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 0,7 atau 0,07 persen, menjadi US$ 948,4 per ounce.

Post Terkait