Emas Menguat Menyusul Pelemahan Dolar AS

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB (5/10), karena indeks dolar AS sedikit melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik US$ 2,2 atau 0,17 persen menjadi US$ 1.276,80 per ounce.

Emas mengakhiri penurunannya selama tiga hari berturut-turut, menyusul pelemahan moderat indeks dolar AS.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,14 persen menjadi 93,49 pada pukul 17.23 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor.

Namun demikian, kenaikan emas dibatasi oleh ekuitas yang positif karena indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 19,97 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup di 22.661,64 poin.

Selain itu, pada Rabu (4/10) Institute of Supply Management (ISM) merilis serangkaian data September, yang menunjukkan kinerja ekonomi AS yang kuat. Indeks jasa-jasa ISM telah naik ke level tertingginya sejak Agustus 2005, dengan indeks aktivitas bisnis non-manufaktur, indeks pesanan baru dan indeks ketenagakerjaan meningkat.

Tanda-tanda tersebut memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini, yang membatasi reli emas berjangka.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2,6 sen atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada US$ 16,624 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari tahun depan turun 70 sen atau 0,08 persen, menjadi US$ 914,80 per ounce.

Post Terkait