Emas Menguat Dipicu Kekhawatiran Geopolitik Timur Tengah

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis dari level terendah empat bulan pada Rabu atau Kamis pagi WIB (7/12), di tengah kekhawatiran geopolitik mengenai Timur Tengah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik US$ 1,20 atau 0,09 persen, menjadi US$ 1.266,10 per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/12) mengumumkan keputusannya secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini bertentangan dengan oposisi kuat dari dunia muslim.

Banyak analis percaya bahwa langkah kontroversial Trump tersebut akan menjadi bumerang, dan menimbulkan ketegangan di Timur Tengah.

Kekhawatiran geopolitik mendorong emas berjangka lebih tinggi, setelah turun tajam selama sesi sebelumnya.

Namun ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini terus mendukung indeks dolar AS, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,30 persen menjadi 93,60 pada pukul 18.19 GMT.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 11,3 sen atau 0,09 persen, menjadi US$ 15,955 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari turun US$ 14,70 atau 1,60 persen, menjadi US$ 902,80 per ounce.

Post Terkait