Emas Menguat di Tengah Kekhawatian Perang Dagang

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (5/4), karena minat investor rendah terhadap investasi berisiko setelah Tiongkok mengumumkan tarif pada produk-produks AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik US$ 2,9 atau 0,22 persen, menjadi US$ 1.340,2 per ounce.

Tiongkok pada Rabu (4/4) mengumumkan daftar produk-produk impor dari Amerika Serikat senilai US$ 50 miliar yang akan dikenakan tarif lebih tinggi, termasuk kedelai, mobil dan produk-produk kimia. Langkah itu diambil setelah pemerintah AS mengumumkan daftar produk Tiongkok yang dikenakan tarif tambahan, dengan tarif sebesar 25 persen. “Pelaksanaan akan tergantung saat pemerintah AS memberlakukan tarif pada produk-produk Tiongkok,” kata Kementerian Keuangan Tiongkok.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,07 persen menjadi 90,199 pada pukul 20.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen atau 0,84 persen, menjadi US$ 16,254 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun US$ 13,2 atau 1,42 persen, menjadi US$ 918,1 per ounce.

Post Terkait