Emas Menanjak Naik Terpicu Pelemahan Dolar

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik moderat pada Sabtu pagi WIB, di tengah kemunduran saham dan dolar AS, serta laporan pekerjaan yang lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 1,70 dolar AS atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 1.274,90 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 29,73 poin atau 0,13 persen menjadi 22.745,66 poin pada pukul 17.36 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengikuti kemunduran tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, juga beringsut lebih rendah, turun 0,06 persen menjadi 93,86 pada pukul 17.25 GMT.

Ketika ekuitas dan indeks dolar AS turun maka biasanya emas naik, karena para investor lebih tertarik pada pasar logam mulia.

Pada Jumat (6/10), Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa gaji non-pertanian (non-farm payrolls) AS menurun sebesar 33.000 pekerjaan pada September, dengan penurunan tajam di sektor rekreasi dan perhotelan. Penurunan lapangan pekerjaan ini merupakan yang pertama sejak 2010.

Namun laporan pekerjaan menyatakan bahwa penurunan tersebut, terutama diakibatkan oleh badai Harvey dan Irma, yang menyebabkan gangguan di tempat kerja yang lebih luas.

Beberapa analis juga sepakat bahwa hal itu tidak dapat dianggap sebagai indikasi ekonomi menyusut.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 15,2 sen atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 16,79 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya turun 1,3 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi menetap di 916,7 dolar AS per ounce.

Post Terkait