Emas Melemah Akibat Penguatan Dolar

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit melemah pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (15/3), akibat penguatan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun US$ 1,50 atau 0,11 persen, menjadi US$ 1.325,60 per ounce.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membalikkan tren penurunan di sesi sebelumnya dan naik 0,03 persen menjadi 89,71 pada pukul 17.43 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena logam mulia yang diukur dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun penurunan emas dibatasi anjloknya saham-saham AS. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 248,9 poin (1,00 persen) mencapai 24.758.

Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya menguat karena investor mencari aset-aset safe haven seperti emas.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun sembilan sen atau 0,54 persen, menjadi US$ 16,537 per ounce. Platinum penyerahan April turun US$ 5,80 atau 0,60 persen, menjadi US$ 961,50 per ounce.

Post Terkait