Emas Global Menguat Akibat Sentimen The Fed

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada Rabu atau Kamis pagi WIB (2/11), ketika dolar AS bertahan naik setelah kebijakan moneter terbaru Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik US$ 6,80 atau 0,54 persen, menjadi US$ 1.277,30 per ounce.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah sesi perdagangan berjangka emas berakhir, bank sentral AS mengatakan bahwa suku bunga acuan tetap tidak berubah dalam kisaran 1,00 persen hingga 1,25 persen, seperti yang diperkirakan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya penyimpanan komoditas-komoditas dan membuat emas kurang menarik bagi investor. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan nilai dolar AS, yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan harga emas.

Emas membukukan kenaikan untuk sesi ini sekalipun dolar AS menguat dan pasar ekuitas global diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember bertambah 48,3 sen atau 2,89 persen, menjadi US$ 17,176 per ounce.

Platinum untuk penyerahan Januari naik US$ 17,1 atau 1,86 persen, menjadi US$ 936,70 per ounce.

Post Terkait