Emas Berjangka Tertekan Penguatan Dolar

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (6/3), karena penguatan dolar AS. Sentimen ini seolah tak mempengaruhi dampak ketidakpastian pasar akibat hasil pemilu Italia dan potensi perang dagang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun US$ 2,4 atau 0,18 persen, menjadi US$ 1.330,3 per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama pesaingnya, naik 0,06 persen menjadi 90,06 pada pukul 18.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun.

Sementara kekhawatiran akan perang dagang global mereda, dengan adanya spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan menurunkan ancamannya mengenakan tarif impor baja dan aluminium. Kanada dan Meksiko dapat menghindari usulan tarif jika mereka menyetujui perundingan NAFTA.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 5,4 sen atau 0,33 persen, menjadi US$ 16,412 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 3 atau 0,31 persen, menjadi US$ 962,1 per ounce.

Post Terkait