Emas Berjangka Rebound Usai Sentuh Titik Terendahnya

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berbalik naik atau “rebound” dari posisi terendah dalam lima bulan pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Federal Reserve AS mengumumkan kenaikan suku bunga sesuai dengan yang diharapkan secara luas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik USD6,9 atau 0,56% menjadi menetap di USD1.248,60 per ounce, sesaat sebelum pengumuman kenaikan suku bunga.

Emas berjangka melanjutkan tren kenaikannya dalam perdagangan elektronik setelah keputusan the Fed.

Sementara menaikkan target tingkat suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen sampai 1,5 persen, Federal Reserve juga mengisyaratkan pendekatan “wait and see: untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

“Dalam menentukan waktu dan ukuran penyesuaian mendatang terhadap kisaran target suku bunga federal fund, Komite (Pasar Terbuka Federal) akan menilai realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi ekonomi relatif terhadap tujuan lapangan kerja maksimum dan inflasi dua persen,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

“Short covering” ramai di pasar-pasar berjangka dan pembelian harga murah di pasar-pasar tunai ditampilkan dalam perdagangan emas pada Rabu (13/12), menyusul tekanan penjualan baru-baru ini yang menurunkan harga emas ke posisi terendah lima bulan pada Selasa (12/12).

Inflasi yang berada di bawah target dua persen menekan indeks dolar AS, sebuah ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, jatuh 0,26 persen menjadi 93,85.

Dolar AS dan emas biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika indeks dolar AS turun, maka logam mulia akan naik.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 20,1 sen atau 1,28 persen, menjadi menetap di USD15,869 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari turun 30 sen atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada USD875,40 per ounce.

Post Terkait