Ekonomi Tumbuh 3,3% Tak Bikin Dolar AS Perkasa, Ada Apa?

Kurs dolar AS bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mempertimbangkan data pertumbuhan ekonomi negara tersebut untuk kuartal ketiga 2017.

Perekonomian AS berkembang pada tingkat tahunan sebesar 3,3% pada kuartal ketiga tahun ini, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 3,0%, Departemen Perdagangan melaporkan pada Rabu (29/11/2017).

Data Produk Domestik Bruto (PDB) yang direvisi, juga menunjukkan bahwa ekonomi AS pada periode Juli sampai September tumbuh paling cepat dalam tiga tahun terakhir, meskipun terjadi gangguan yang disebabkan oleh badai Harvey dan Irma di sepanjang Gulf Coast pada akhir Agustus dan September.

“Ekspansi ekonomi semakin berbasis luas di seluruh sektor dan juga di sebagian besar ekonomi global,” Ketua Federal Reserve Janet Yellen di hadapan Komite Ekonomi Gabungan Kongres AS.

Dalam laporan juga mengkonfirmasi fakta bahwa ekonomi AS telah berkembang di atas 3,0% di kuartal back-to-back untuk pertama kalinya sejak 2014. Pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung akan meningkatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lagi oleh the Fed pada Desember.

Sementara itu, menurut Beige Book yang dirilis pada sore hari, aktivitas ekonomi AS terus meningkat dengan kecepatan sedang hingga moderat pada Oktober dan pertengahan November di 12 Distrik Fed.

Pada berita ekonomi lainnya, Indeks Penjualan Pending Home (Rumah yang pengurusannya belum selesai) naik 3,5% dari direvisi turun 105,6 pada September menjadi 109,3 pada Oktober, mengalahkan perkiraan pasar, menurut National Association of Realtors, Rabu (29/11).

Para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung mendorong ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga berikutnya oleh the Fed pada Desember.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,10% menjadi 93,799 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1862 dari USD1,1839 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke USD1,3422 dari USD1,3376 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke USD0,7577 dari USD0,7597.

Dolar AS dibeli 111,83 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,55 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9839 franc Swiss dari 0,9844 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,2853 dolar Kanada dari 1,2816 dolar Kanada.

Post Terkait