Ekonomi Jadi Raksasa ke-15 Dunia, Pendapatan Rata-rata Orang RI Masih Kecil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah menembus US$ 1 triliun per tahun. Ekonomi Indonesia kini menempati urutan ke-15 raksasa dunia atau G20 dan masuk dalam kelompok trillion dollar club.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan nilai PDB pada tahun-tahun mendatang. Bahkan prediksinya ekonomi Indonesia akan bercokol nomor lima terbesar di dunia pada 2030 dengan nilai PDB US$ 5,42 triliun.

“Potensi PDB kita besar sekali, makanya kita masuk G20. Ke depan akan naik terus nilai PDB dari tahun ke tahun, apalagi kalau kita bisa memacu sektor ekonomi khusus. Seluruh sektor bergerak, itu sangat bagus,” kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Untuk diketahui, PricewaterhouseCoopers (PwC), perusahaan penyedia jasa profesional terkemuka yang melakukan serangkaian analisa kekuatan ekonomi negara-negara dunia di masa depan, termasuk Indonesia. PwC menempatkan Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-5 dunia dengan nilai PDB mencapai US$ 5,42 triliun di 2030.

“Ancang-ancangnya memang ke sana sana (nomor lima) karena kita kan negara besar,” Kecuk mengatakan.

Namun, kata Kecuk, kenaikan ekonomi atau PDB Indonesia tersebut tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan per kapita secara signifikan. Dari data BPS, pendapatan per kapita atau rata-rata orang Indonesia pada 2016 tercatat sebesar Rp 47,96 juta per tahun atau mendekati Rp 4 juta per bulan.

“Yang perlu diperhatikan tidak hanya total PDB, tapi juga pendapatan per kapita dan kualitas dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Lebih jauh sambung dia, pendapatan per kapita dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Basis penduduk Indonesia saat ini sekitar lebih dari 260 juta.

Pendapatan per kapita bisa naik signifikan apabila pertambahan jumlah penduduk tidak terlampau tinggi, namun diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendapatan per kapita kita masih kecil karena jumlah penduduk kita kan besar. Jumlah penduduk yang mempengaruhi adalah tingkat kelahiran, jadi harus dibatasi. Kualitas sumber daya manusia dan banyak hal harus dibenari. Kalau mau PDB naik, pendapatan per kapita naik, ya produktivitas ditingkatkan,” tegas dia.

Terpenting dalam pembangunan ekonomi, menurut Kecuk adalah memperhatikan pembangunan manusia, kualitas dari pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan lainnya. “Karena itu semua saling terkait dan tidak bisa lepas sendiri-sendiri,” tutur Kecuk.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah memprediksi ekonomi Indonesia bisa berada menempati posisi lima besar dunia pada 2045 dengan nilai PDB mencapai US$ 9,1 triliun dan pendapatan per kapita mencapai US$ 29.300. Itu akan setara dengan negara Korea Selatan, Italia, dan Spanyol.

Jokowi: Ekonomi RI Kini Sudah Tembus US$ 1 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, banyak yang tidak sadar jika Indonesia, selain sudah masuk dalam kelompok negara-negara grup 20 (G-20) juga sudah masuk dalam kelompok triliunan dolar club, atau negara-negara yang punya ekonomi dengan nilai satu triliun dolar Amerika Serikat (AS) per tahun.

“Produk Domestik Bruto (PDB) yang kita miliki sebesar satu triliun dolar AS per tahun, dan kita menjadi negara, meski pun negara dengan nomor ke-16 dalam GDP. Ini sekali lagi patut kita syukuri. Artinya GDP kita ini besar, jangan lupa itu,” ujar Jokowi dalam sambutannya, saat meresmikan Pabrik Bahan Baku Obat dan Produk Biologi PT Kalbio Global Medika-Kalbe Group, seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa (27/2/2018).

Jokowi menuturkan, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berada pada kisaran di atas lima persen per tahun, di sekitar lima-enam persen per tahun. Ini berarti ekonomi Indonesia kaan naik dua kali lipat.

“Ini yang sering orang lupa. Naik 2 kali lipat dalam kurun kurang lebih 14 tahun ke depan. Berarti ekonomi kita akan menjadi sebuah ekonomi dengan nilai triliun US$ paling lambat di tahun 2032,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, banyak orang tidak punya hitung-hitungan seperti ini. Bahkan ia mengungkapkan, konsultan internasional terkemuka memproyeksikan kalau pakai metode PPP atau Purchasing Power Parity atau penyesuaian dengan tingkat harga-harga lokal, Indonesia di tahun 2030 nanti sudah menjadi ekonomi terbesar nomor 5 (lima) di dunia.

“Hal-hal seperti ini yang sering kita lupa,” kata Jokowi.

Namun Jokowi mengingatkan, sekali sudah menjadi negara yang 16 besar, kemudian masuk ke 10 besar. “Kemudian nanti masuk 5 besar dunia, kita akan berbeda dengan hari ini, karena setiap masuk ke grade yang lebih atas, akan berbeda,” ujar Jokowi.

Post Terkait