Dolar AS Tertekan, Rupiah Ambil Untung ke Rp13.577/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat, seiring dengan pelemahan mata uang Paman Sam tersebut. Mata uang AS juga terbebani karena imbal hasil Treasury tergelincir, karena laporan berita bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan menunjuk Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 5 poin atau 0,04% menjadi Rp13.577 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada dalam kisaran Rp13.562-Rp13.580 per USD.

Sementra Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 5 poin atau 0,04% menjadi Rp13.575 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.558 per USD hingga Rp13.580 per USD.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan 3,0% pada kuartal ketiga 2017, mengalahkan konsensus pasar sebesar 2,5%, menurut perkiraan awal yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat (27/10). Pada kuartal kedua, PDB riil meningkat 3,1%.

Kenaikan PDB riil pada kuartal ketiga mencerminkan kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi, investasi persediaan swasta, investasi tetap non residensial, ekspor, dan pengeluaran pemerintah federal, kata departemen tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,33% menjadi 94,602 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik ke USD1,1633 dari USD1,1596 dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3197 dari USD1,3125. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7678 dari USD0,7667.

Dolar AS dibeli USD113,17 per yen Jepang, lebih rendah daripada sesi sebelumnya USD113,84 per yen. Dolar AS turun menjadi 0,9953 franc Swiss dari 0,9986 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2838 dolar Kanada dari 1.2861 dolar Kanada.

Post Terkait