Dolar Tertekan, Investor Nantikan Data Tenaga Kerja AS

Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis setelah data ekonomi Amerika Serikat stagnan. Hal tersebut menimbulkan keraguan investor terkait rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/9/2017), investor juga tengah menantikan rilis data tenaga kerja AS. Indeks dolar turun tipis 0,1% menjadi 92,61.

Dolar terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 11,07 JPY. Dalam sepekan mengalami kenaikan 0,6%.

Pelemahan pada dolar terjadi setelah Menteri Keuangan AS Stecen Mnuchin mengatakan bahwa pelemahan pada dolar mungkin memiliki keuntungan bagi perdagangan AS.

Data menunjukkan belanja konsumen AS naik sedikit, namun di bawah perkiraan pada Juli dan inflasi tahunan yang meningkat sejak akhir 2015.

Menurut perkiraan beberapa ekonom, laporan gaji nonfarm diperkirakan bahwa pengusaha menambahkan 180.000 pekerjaan pada Agustus.

“Saya tidak berpikir data pekerjaan hari ini akan membuat banyak perbedaan kepada rencana the Fed,” kata kepala strategi valuta asing Daiwa Securities Mitsuo Imaizumi.

Pasar keuangan menetapkan harga sekitar satu dari tiga kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Desember. Pada pertemuan akhir bulan ini, Fed akan mengumumkan rencananya untuk mulai memangkas portofolio Treasury Treasury senilai USD4,2 triliun dan sekuritas berbasis mortgage.

Post Terkait