Dolar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik Tiga Hari Berturut-turut

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB), mempertahankan dorongan jangka pendek mereka dari ketidakpastian politik di AS.

Meski pada saat bersamaan, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengulangi kembali seruan untuk kenaikan suku bunga “bertahap” dalam kesaksiannya di Capitol Hill.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD4,4 atau 0,36% menjadi menetap di USD1.219,10 per ounce.

Para analis mengatakan logam mulia telah menemukan dukungan sebagai investasi “safe haven” di tengah gejolak politik di Gedung Putih, menyusul rilis surat elektronik atau email Donald Trump Jr yang terkait dengan sebuah pertemuan bersama seorang pengacara Rusia pafda tahun lalu.

Dalam kesaksian di Capitol Hill pada Rabu (12/7), Yellen mengatakan The Fed terus berharap bahwa evolusi ekonomi akan menjamin kenaikan bertahap tingkat suku bunga federal fund dari waktu ke waktu.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September bertambah 14,2 sen atau 0,9%, menjadi ditutup pada USD15,887 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD20,30 atau 2,26% menjadi berakhir di USD919 per ounce.

Dalam dua hari sebelumnya, kontrak emas berjangka berakhir dengan kenaikan moderat, didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan ekuitas AS.

Post Terkait