Dolar AS Tembus Rp 13.500, Rupiah Dianggap ‘Lampu Kuning’

Dolar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa. Rupiah pun kini terkapar dan tembus level di atas Rp 13.500 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan, kondisi rupiah saat ini sudah patut dikhawatirkan atau dia menyebut ‘lampu kuning’. Sebab pelemahan rupiah sudah tak lagi wajar.

“Sebenarnya bukan hal yang wajar. Memang dolar AS-nya saja yang menguat, karena kita tidak melemah sendirian. Tapi melemah paling besar. Dikhawatirkan kalau lemah lebih dalam lagi,” tuturnya kepada detikFinance, Senin (2/10/2017).

Melansir data RTI, hingga saat ini Rupiah melemah 0,65% ke level Rp 13.552 per dolar AS. Dolar AS terhadap Thailand baht juga menguat 0,36% dan terhadap dolar Singapura menguat 0,37%.

Memang, kata Reny level saat ini belum terlalu mengkhawatirkan. Akan tetapi kondisi rupiah jadi berstatus mengkhawatirkan apabila sudah sentuh level Rp 13.600.

“Itu sudah mengkhawatirkan kalau tembus Rp 13.600. Jadi sekarang sudah lampu kuning,” imbuhnya.

Sebab menurut analisisnya, saat ini sebenarnya belum ada sentimen baru dari global yang membuat dolar AS menguat. Apalagi dari dalam negeri muncul sentimen positif dari data inflasi pada September 2017 yang cukup terkendali sebesar 0,13%.

“Kalau kita lihat jangka pendek masih akan bullish dolar AS-nya. Kita memang cermati perkembangan nanti impact-nya cut ballance sheet The Fed yang bisa menguatkan dolar,” imbuhnya.

Jika dolar AS semakin menguat, Reny menilai Bank Indonesia (BI) harus ambil tindakan. Setidaknya selalu hadir di pasar untuk meredam dolar AS.

“Cadangan devisa kan masih tinggi. Tapi kita enggak bilang intervensi, tapi BI harus masih menjaga kondisi rupiah di market,” tukasnya.

Post Terkait