Dolar AS Perkasa Merespons Tarif Impor Baja ala Trump

Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor menunggu lebih banyak rincian mengenai rencana tarif Presiden Donald AS Donald Trump.

Dolar AS mendapat dukungan setelah Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Kanada dan Meksiko dapat dibebaskan dari rencana tarif yang diajukan oleh Trump, yang diperkirakan akan merilis rincian lebih lanjut akhir pekan ini.

Trump mengumumkan pekan lalu bahwa Amerika Serikat berencana memberlakukan tarif 25% untuk impor baja dan 10% untuk aluminium.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 3 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 231.000, meningkat 21.000 dari tingkat sebelumnya yang tidak direvisi pada 210.000,

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 222.500, meningkat 2.000 dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 220.500.

Di luar negeri, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan moneternya.

“Tingkat suku bunga pada operasi-operasi pembiayaan kembali atau refinancing utama dan suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas deposito akan tetap tidak berubah pada 0,00%, 0,25% dan -0,4%,” kata sebuah pernyataan ECB.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,58% menjadi 90,163 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2307 dari USD1,2405 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot ke USD1,3803 dari USD1,3894 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7792 dari USD0,7817.

Dolar AS dibeli 106,23 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,08 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9514 franc Swiss dari 0,9436 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2902 dolar Kanada dari 1,2927 dolar Kanada.

Post Terkait