Dolar AS Menguat Abaikan Perang Dagang Global

Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor menilai perkembangan terakhir hubungan perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

China menangguhkan konsesi tarif atas 128 item produk-produk AS termasuk daging babi dan buah-buahan mulai Senin 2 April 2018 menurut Departemen Keuangan.

Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara telah memutuskan untuk mengenakan tarif 15% atas 120 item produk-produk yang diimpor dari Amerika Serikat termasuk buah-buahan dan produk-produk terkait, serta tarif 25% untuk delapan item impor termasuk daging babi dan produk-produk terkait dari negara tersebut, menurut pernyataan yang dimuat di situs web kementerian.

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah itu adalah tindakan balasan sebagai tanggapan atas langkah AS sebelumnya untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium.

Meskipun ada keberatan di seluruh dunia, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif 25% untuk impor baja dan tarif 10% untuk impor aluminium, dengan tarif impor dari negara-negara termasuk China.

Di sisi ekonomi, Indeks Pembelian Manajer (PMI) menurun 1,5 persentase poin dari angka Februari 60,8% menjadi 59,3% pada Maret, gagal memenuhi perkiraan pasar. Demikian dalam laporan Institute for Supply Management (ISM).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,08% menjadi 90,046 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2301 dari USD1,2324 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,4041 dari USD1,4035 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot menjadi USD0,7653 dari USD0,7686.

Dolar AS dibeli 105,84 yen Jepang, lebih rendah dari 106,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9546 franc Swiss dari 0,9541 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2939 dolar Kanada dari 1,2893 dolar Kanada.

Post Terkait