Dolar AS Memerah Terbebani Sentimen Negatif Ini

Indeks dolar AS terpantau bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Senin (19/2/2018), terbebani sejumlah sentimen negatif, termasuk kekhawatiran seputar melebarnya defisit anggaran dan perdagangan AS.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melandai 0,06% atau 0,053 poin ke level 89,047 pada pukul 10.45 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,001 poin di level 89,099, setelah pada perdagangan Jumat (16/2) berakhir rebound dengan penguatan 0,57% atau 0,507 poin di posisi 89,100.

Dilansir Reuters, optimisme terhadap greenback digoyahkan meningkatnya kekhawatiran seputar defisit anggaran AS yang diproyeksikan membengkak menjadi US$1 triliun pada 2019, di tengah royalnya belanja pemerintah dan besarnya pemangkasan pajak perusahaan.

Ada pula kekhawatiran bahwa Washington mungkin mengincar strategi dolar yang lemah serta pengikisan keuntungan imbal hasil karena negara-negara lain mulai mengurangi kebijakan pelonggaran moneter.

Meskipun faktor-faktor negatif untuk dolar ini diperkirakan tidak akan hilang dalam waktu dekat, pelemahan yang dialami pekan lalu terjadi begitu cepat sehingga beberapa pembeli diantisipasi melakukan ambil untung.

“Penurunan dolar pekan lalu kemungkinan berlebihan. Oleh karenanya, kita melihat dolar rebound, yang wajar terjadi mengingat penurunan sebelumnya,” ujar Yukio Ishizuki, senior currency strategist di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

Seiring dengan penurunan dolar AS, nilai tukar euro hari ini terpantau naik 0,14% ke US$1.2423 pada pukul 10.55 WIB, setelah sempat melorot ke US$1.2406 pada perdagangan sebelumnya.

Penguatan euro telah memainkan peran besar dalam melemahkan dolar tahun ini. Fokus pasar kemudian beralih pada rilis sejumlah indikator ekonomi pekan ini, seperti indeks manajer pembelian zona Eropa dan angka produk domestik bruto Jerman, sehubungan dengan efeknya terhadap pergerakan mata uang euro.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

19/2/2018

(Pk. 10.45 WIB)

89,047

(-0,06%)

16/2/2018

89,100

(+0,57%)

15/2/2018

88,593

(-0,59%)

14/2/2018

89,121

(-0,65%)

13/2/2018

89703

(-0,56%)

 

 

 

 

 

 

Post Terkait