Dolar AS Melemah Usai Kenaikan Berturut-turut dari Awal Pekan

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena reli awal pekan ini telah kehilangan momentum.

Para investor telah menjual aset-aset lebih berisiko beralih ke aset-aset yang dinilia lebih aman di tengah gejolak yang melanda pasar saham.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 3 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 221.000, turun 9.000 dari tingkat sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 230.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (8/2).

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 224.500, turun 10.000 dari rata-rata minggu lalu yang tidak direvisi sebesar 234.500. Ini adalah tingkat terendah untuk rata-rata sejak 10 Maret 1973 ketika mencapai 222.000.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 90,237 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).

Pada akhir perdagangan New York, euro turun ke 1,2260 dolar AS dari 1,2276 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke 1,3920 dolar AS dari 1,3880 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7799 dolar AS dari 0,7822 dolar AS.

Dolar AS dibeli di 108,90 yen, lebih rendah dari 109,49 yen di sesi sebelumnya. Dolar AS juga melemah menjadi 0,9367 franc Swiss dari 0,9429 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,2589 dolar Kanada dari 1,2568 dolar Kanada.

Post Terkait