Dolar AS Melemah Setelah Kenakan Tarif Impor ke Tiongkok

Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor terus menilai pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif terhadap produk-produk impor Tiongkok.

Meskipun ada peringatan kuat dari kelompok bisnis dan pakar perdagangan, Trump pada Kamis (22/3/2018) menandatangani memorandum yang dapat mengenakan tarif hingga USD60 miliar pada impor dari Tiongkok, sebuah langkah sepihak yang memicu aksi jual di pasar.

Menurut memorandum presiden, Trump telah mengarahkan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer, untuk menerbitkan daftar barang-barang Tiongkok yang diusulkan yang dapat dikenakan tarif dalam 15 hari. Sementara Departemen Keuangan AS akan memiliki waktu 60 hari untuk mengusulkan pembatasan investasi Tiongkok di Amerika Serikat.

Langkah itu mendorong persentase penurunan terbesar di tiga indeks saham utama Wall Street dalam enam minggu, dengan Dow merosot lebih dari 700 poin, karena investor gelisah oleh skala tarif AS dan kemungkinan dampaknya terhadap perdagangan global.

Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat, dalam tanggapannya, mengatakan “Ini adalah tifikal tindakan proteksionisme perdagangan sepihak. Tiongkok sangat kecewa dan dengan tegas menentang tindakan semacam itu,” katanya.

Di sisi ekonomi, pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Februari meningkat USD7,4 miliar, atau 3,1%, menjadi USD247,7 miliar.

Dalam laporan terpisah, departemen melaporkan bahwa penjualan rumah baru keluarga tunggal di AS pada Februari 2018 berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 618.000 unit, yang 0,6% di bawah tingkat direvisi Januari 622.000 unit, tetapi 0,5% di atas perkiraan Februari 2017 di 615.000 unit.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,45% menjadi 89,453 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,2367 dari USD1,2306 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,4145 dari USD1,4109 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7713 dari USD0,7711.

Dolar AS dibeli 104,84 yen Jepang, lebih rendah dari 105,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9467 franc Swiss dari 0,9506 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2863 dolar Kanada dari 1,2915 dolar Kanada.

Post Terkait