Dolar Melemah meski Data Ketenagakerjaan AS Membaik

Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor terus mempertimbangkan data ketenagakerjaan terbaru dari negara tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,22% menjadi 89,899 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,2336 dari USD1,2313 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3906 dari USD1,3848 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7877 dari USD0,7847.

Dolar AS dibeli 106,37 yen Jepang, lebih rendah dari 106,79 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga turun menjadi 0,9466 franc Swiss dari 0,9510 franc Swiss, dan melemah menjadi 1,2828 dolar Kanada dari 1,2833 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, total lapangan pekerjaan non-pertanian AS meningkat 313.000 pekerjaan pada Februari dan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1%.

Angka tersebut lebih baik dari perkiraan para ekonom untuk kenaikan 200.000 pekerjaan.

Pada Februari, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan swasta non-pertanian meningkat sebesar empat sen menjadi USD26,75. Sepanjang tahun, rata-rata penghasilan per jam meningkat 68 sen atau 2,6%, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Para analis mengatakan pertumbuhan gaji yang lemah mengurangi ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali pada tahun ini.

Post Terkait