Dolar AS Melemah Hadapi Potensi Shutdown di Amerika

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak di dekat level terendah tiga tahunan terhadap sekeranjang mata uang dibayangi kekhawatiran mengenai kemungkinan shutdown pemerintah AS.

Indeks dolar berada di 90.518, turun ke level 90.104, level terendahnya sejak Desember 2014. Indeks dolar AS pun telah kehilangan 1,8% pada awal perdagangan di 2018.

Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan sebuah undang-undang untuk mendanai operasi pemerintah sampai 16 Februari, dan menghindari penutupan BUMN pekan ini. Namun, RUU tersebut masih harus disetujui oleh Senat, dan memasuki masa depan yang tidak menentu.

Prospek persetujuan Senat telah dipersulit oleh Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa perpanjangan dana untuk Program Jaminan Kesehatan Anak (CHIP), prioritas Demokrat, tidak boleh disertakan.

Euro berada di USD1,22 mendekati level tertinggi tiga tahunan di USD1,23, setelah menguat 0,28% sejauh minggu ini. Sementara Euro membukukan keuntungan selama lima minggu berturut-turut.

Dolar diperdagangkan pada 111,02 yen, dengan rebound dari level terendah empat bulan di hari Senin di 110,19, yang sudah memudar meskipun kenaikan imbal hasil utang AS.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik menjadi 2,627%, mendekati puncaknya pada Desember 2016 sebesar 2,641%, terpukul pada ekspektasi mengenai rencana ekonomi Trump dalam hal pemotongan pajak dan pengeluaran infrastruktur.

Dolar telah turun sejak 2017, sebagian besar pada ekspektasi bank sentral, selain Federal Reserve, yang berusaha untuk mengakhiri kebijakan suku bunga rendah, bahkan negatif yang mereka adopsi untuk memerangi krisis keuangan global 2008.

Post Terkait