Dolar AS Masih Berkubang di Level Terendah 3 Tahunan

Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir mendekati level terendah tiga tahunan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Dolar AS berjuang untuk menarik diri dari level terendah enam mingguan, di tengah komitmen Washington yang memberi lampu hijau terhadap epnguatan dolar AS.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama berada di 89,059, turun ke level 88,429, level terendah tiga tahunan. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, dolar AS memiliki dorongan besar pekan lalu.

Sementara Presiden Donald Trump mencoba menarik diri dari komentar tersebut, karena kerusakan telah terjadi dari penurunan dolar AS sejak November telah menunjukkan sedikit tanda mereda.

Greenback juga kehilangan daya tarik relatifnya bagi investor. Suku bunga jangka pendek diperkirakan akan meningkat di negara lain, karena Bank Sentral Eropa dan banyak lainnya mulai mengurangi kebijakan moneter mereka.

Ekuitas AS menjadi salah satu valuasi paling mahal di dunia, yang mendorong investor untuk mencari penawaran yang lebih baik di tempat lain. Terhadap yen, dolar AS diperdagangkan di 108,72 yen, level terendah sejak pertengahan September, memperpanjang kejatuhannya hingga bulan ini menjadi lebih dari 3%.

Komentar dari Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan di Davos bahwa bank sentral akhirnya mendekati target inflasi yang memicu ekspektasi keluarnya stimulus yang masif. Yen kembali menguat, setelah seorang juru bicara BOJ mengatakan bahwa Kuroda hanya mengulangi pandangan resmi bank sentral.

Euro diperdagangkan pada USD1,2428, tidak jauh dari puncak tiga tahun di USD1,2538 dan mempertahankan momentum kenaikannya setelah kenaikan pekan lalu sebesar 1,7%, kenaikan minggu keenam berturut-turut. Namun, kegagalannya selama beberapa hari terakhir untuk bertahan di atas USD1,25 terlihat oleh beberapa pedagang sebagai tanda kelelahan.

Data dari pengawas keuangan AS Komoditi Futures Trading Commission menunjukkan posisi net long spekulan di futures euro terhadap dolar AS yang diperdagangkan di Chicago naik ke rekor tertinggi, menunjukkan bahwa profit taking bisa terjadi.

Dolar Australia bertahan di USD0.8109 setelah mencapai puncak 20 bulan di USD0.8136 pada hari Jumat.

Yuan China naik 0,2% pada awal Senin dalam perdagangan luar negeri menjadi 6.3157 yuan per dolar, mendekati Kamis pukul 6.2968, yang merupakan yang terkuat sejak Agustus 2015, ketika Beijing secara efektif mendevaluasi yuan secara tiba-tiba.

Post Terkait