Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Terlempar ke Rp13.628/USD

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan suku bunga di zona euro sebesar 0,00%, memberikan tekanan pada pergerakan Rupiah pagi ini.

Akibatnya, melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 41 poin atau 0,3% menjadi Rp13.628 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.618-Rp13.651 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 39 poin atau 0,29% menjadi Rp13.619 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada dalam rentang Rp13.578 per USD hingga Rp13.640 per USD.

Sekadar informasi, suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga simpanan masing-masing 0,25% dan minus 0,40%, menurut ECB. Mengenai langkah-langkah kebijakan moneter nonstandar, pembelian berdasarkan program pembelian aset (APP) akan berlanjut pada kecepatan bulanan saat ini 60 miliar euro (sekitar USD70,8 miliar) sampai akhir Desember 2017.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1668 dari USD1,1810 dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3165 dari USD1,3255. Dolar Australia turun menjadi USD0,7674 dari USD0,7698.

Dolar AS dibeli 113,93 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,72 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9967 franc Swiss dari 0,9888 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2839 dolar Kanada dari 1,2805 dolar Kanada.

Post Terkait