Dolar AS Loyo di Tengah Spekulasi Stimulus Bank Sentral Eropa

Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Indeks dolar turun setelah para investor berspekulasi bahwa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) bersiap untuk mengurangi program stimulus moneter.

Media melaporkan bahwa risalah pertemuan ECB pada Desember menunjukkan bahwa bank sentral dapat beralih dari upaya kebijakan moneter ultra-longgar pada tahun ini.

Peninjauan kembali kebijakan moneter tersebut bisa terjadi jika ekonomi zona euro terus berkembang dan jika inflasi terus meningkat menuju target bank sentral sekitar 2%, kata risalah tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,62% menjadi 90,410 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,2272 dari USD1,2182 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3797 dari USD1,3734 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7963 dari USD0,7912.

Dolar AS dibeli 110,30 yen Jepang, lebih rendah dari 111,05 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9587 franc Swiss dari 0,9686 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2421 dolar Kanada dari 1,2486 dolar Kanada.

Post Terkait