Dolar AS Keok Imbas Perdebatan Tarif Impor Baja

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah perdebatan tentang pengenaan tarif impor baja dan alumunium yang sedang berlangsung di AS.

Kepala penasihat ekonomi Presiden Donald Trump Gary Cohn bisa meninggalkan pemerintahan jika tarif yang diajukan oleh presiden dilaksanakan, menurut laporan-laporan media.

Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium pekan lalu. Banyak yang khawatir bahwa tarif yang diusulkan akan meningkatkan prospek perang dagang dan merugikan ekonomi AS.

Kekhawatiran pasar sedikit berkurang pada Senin 5 Maret 2018 setelah Trump men-tweet bahwa rencana tarif bisa hilang jika kesepakatan NAFTA baru & adil ditandatangani. Namun demikian, para analis mengatakan berita terbaru tentang Cohn, menghidupkan kembali ketidakpastian mengenai perdebatan tarif di dalam pemerintahan Trump dan menyebabkan investor melakukan pendekatan wait and see.

Departemen Perdagangan melaporkan di sisi ekonomi, pesanan baru AS untuk barang-barang manufaktur pada Januari, turun menyusul lima kenaikan bulanan berturut-turut, turun USD6,9 miliar atau 1,4% menjadi USD491,7 miliar,

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,48% menjadi 89,624 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,2405 dari USD1,2328 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3889 dari USD1,3833 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7819 dari USD0,7762.

Dolar AS dibeli 106,22 yen Jepang, sama dengan 106,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9406 franc Swiss dari 0,9404 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2901 dolar Kanada dari 1,2993 dolar Kanada.

Post Terkait