Dolar AS Bangkit Pasca-Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor terus mencerna keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada 2018.

Federal Reserve AS pada Rabu 21 Maret 2018 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga lagi pada 2018, dengan alasan menguatnya prospek ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat-pejabat Fed secara luas memperkirakan bahwa ekonomi AS akan tumbuh pada laju yang lebih cepat tahun ini dan tahun depan, didorong oleh stimulus fiskal dan peningkatan permintaan luar negeri.

Sementara itu, meskipun ada peringatan keras dari kelompok bisnis dan ahli perdagangan, Presiden AS Donald Trump pada Kamis 22 Maret 2018 menandatangani nota yang dapat mengenakan tarif impor hingga USD60 miliar dari China, langkah unilateral terbaru yang menimbulkan ancaman terhadap perdagangan global.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 17 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 229.000, meningkat 3.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 226.000.

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 223.750, meningkat 2.250 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya sebesar 221.500.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,06%menjadi 89,834 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,2306 dari USD1,2329 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,4109 dari USD1,4136 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7711 dari USD0,7760.

Dolar AS dibeli 105,63 yen Jepang, lebih rendah dari 106,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9506 franc Swiss dari 0,9504 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2915 dolar Kanada dari 1,2916 dolar Kanada.

Post Terkait