Dolar AS Melemah Tertekan Data Inflasi

Kurs dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar AS melemah karena data inflasi terus menekan pasar.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga konsumen (IHK) inti naik 0,1% dalam basis disesuaikan secara musiman pada November dari bulan sebelumnya, dan naik 1,7% dari setahun sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar untuk kenaikan 1,8%.

Para analis mengatakan, data inflasi yang lemah mengurangi harapan investor bahwa Federal Reserve AS mungkin menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih cepat pada tahun depan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01% menjadi 93,418 di akhir perdagangan pada Kamis (14/12).

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1799 dari USD1,1789 dan poundsterling Inggris naik ke USD1,3441 dari USD1,3368. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7676 dari USD0,7624.

Dolar AS dibeli pada 112,12 yen Jepang, lebih rendah dari 112,83 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9871 franc Swiss dari 0,9865 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2732 dolar Kanada dari 1,2844 dolar Kanada.

Post Terkait