Dolar AS Anjlok, Harga Emas Naik Tajam

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB). Meroketnya harga emas didorong oleh dolar AS yang terus melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, melonjak USD10,50 atau 0,82%, menjadi USD1.292,20 per ounce. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,56% menjadi 93,45 pada pukul 18.17 GMT. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 66,79 poin atau 0,28% menjadi 23.524,04 poin pada pukul 18.28 GMT.

Ketika dolar AS melemah dan ekuitas mengalami kerugian, harga emas biasanya naik, karena pelemahan dolar AS membuat emas lebih menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara penurunan saham-saham mendorong investor beralih ke pasar logam mulia.

Pada awal pekan ini, logam mulia turun 1,64%, kerugian terbesar satu hari dalam dua bulan terakhir, akibat aktivitas penjualan besar-besaran. Penurunan tajam pada Senin (20/11) waktu setempat terjadi karena sekitar 15.000 kontrak, bernilai sekitar USD2,0 miliar, telah dibuang ke pasar dalam waktu kurang dari dua menit pada sesi pagi.

Sementara itu logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember, naik 15,2 sen atau 0,90%, menjadi ditutup pada USD17,128 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya, naik USD2,7 atau 0,29%, menjadi menetap di USD940,70 per ounce.

Post Terkait