Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Siapkan Rp275 Miliar

Direktorat Perhubungan (Ditjen) Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini menyiapkan anggaran Rp275 miliar untuk program padat karya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 323 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia. Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut Capt Rudiana mengatakan, program padat karya ini dimulai di Pelabuhan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan padat karya yang melibatkan 50 orang masyarakat sekitar pelabuhan ini dilaksanakan sejak 27 Februari hingga 3 Maret. ”Sesuai arahan Bapak Menteri Perhubungan, kami memastikan program padat karya tunai atau cash for work akan terus dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” kata Rudiana di Pelabuhan Labuan Bajo.

Kegiatan padat karya ini merupakan pilot project Ditjen Per hubungan Laut. Nantinya mereka akan diberi upah harian yang besarnya menyesuaikan upah minimum daerah Ka bu paten Manggarai Barat. Dengan diberikan upah harian, kata Rudiana, masyarakat akan mendapatkan penghasilan yang sesuai, sekaligus mendidik masyarakat untuk membangun pola hidup yang produktif. Selain meningkatkan perekonomian warga, tujuan lain kegiatan ini juga untuk mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuan Bajo, Jasra Yuzi Ira wan mengatakan, pihaknya mengeluarkan Surat Edaran yang mewajibkan para pemilik kapal dan nakhoda kapal di pelabuhan Labuan Bajo menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah di atas kapal. Selanjutnya, mereka harus menyerahkan kembali sampah plastik yang berasal dari penumpang kapal sewaktu kapal kembali dari pelayarannya kepada Kantor UPP.

”Nakhoda kapal atau agen kapal yang akan melakukan pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) wajib membawa media plastik untuk menampung sampah di atas kapal dan menyerahkan kembali sampah plastik bekas bawaan penumpang kepada kantor UPP,” katanya.

Post Terkait