Diminta Tender Offer, Apa Untung Ruginya bagi Antam Cs?

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS) melakukan opsi tender sukarela (tender offer). Hal ini dilakukan untuk memuluskan pembentukan holding BUMN pertambangan.

Pemerintah sendiri akan segera mengalihkan kepemilikan saham seri B pada tiga BUMN tambang tersebut kepada PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero). Dengan kata lain, Inalum akan menjadi induk holding. Namun belum diketahui apakah tender offer akan dilakukan untuk itu.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee memaparkan, ada beberapa keuntung dan kerugian jika pemerintah melakukan tender offer. Menurut dia, untuk melakukan hal tersebut maka pemerintah sebagai pemilik Inalum 100% harus menyiapkan dana yang terbilang besar.

“Tender offer itu kan butuh uang ya,” kata dia ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Namun, pada suatu kasus memang dia menilai perlu dilakukan tender offer. Hal itu bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada investor ritel untuk memilih melepas kepemilikan sahamnnya atau tidak ketika ada perubahan yang terjadi pada perusahaan.

“Artinya ketika ada perubahan kepemilikan PT A, saya beli, tadinya pemiliknya adalah si X sekarang jadi si Y, investor ritel diberikan kesempatan untuk keluar juga ketika ada tender offer. Artinya wajib juga dibeli supaya kalau investor merasa enggak cocok dengan pemilik baru yang mayoritas yang akan kontrol korporasi, mereka juga bisa exit di sana,” paparnya.

Hanya saja, dalam pembentukan holding BUMN tambang, kata dia tidak perlu sampai tender offer. Pasalnya hal itu tidak signifikan memengaruhi ANTM, PTBA, TINS. Yang ada, dia menilai pembentukan holding memberikan banyak sisi positif. Apalagi, tender offer membuat pemerintah harus mengeluarkan biaya lagi. “Nah itu kan butuh cost. Yang kedua ini kan enggak ada banyak perubahan kepemilikan. Kontrol tetep ada di pemerintah,” tandasnya.

Post Terkait