Dihambat Sektor Infrastruktur, IHSG Gagal Cetak Rekor Jadi 6.053

Pasar saham Indonesia ditutup berhasil mendarat di zona hijau hari ini, meskipun gagal mencatatkan rekor terbaru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,55 poin atau 0,03% ke level 6.053.

IHSG ditutup dengan 135 saham melemah, 199 saham menguat dan 120 saham stagnan. Menutup perdagangan, transaksi terjadi mencapai Rp5,69 triliun dari 7,98 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 0,04 poin ke 1.010, Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,88 poin atau 0,53% ke 726, indeks IDX30 naik 3,3 poin atau 0,6% ke 542 dan indeks MNC36 naik 0,82 poin atau 0,24% ke 347.

Sektor infrastruktur menjadi penghambat terbesar dengan penurunan 1%, disusul dengan sektor properti, perdagangan dan perkebunan. Sementara sketor industri dasar naik paling tinggi sebesar 0,82%.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp625 atau 12,89% ke Rp5.475, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp95 atau 6,19% ke Rp1.630, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik Rp27 atau 5,42% ke Rp525.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) turun Rp20 atau 2,14% ke Rp915, saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) turun Rp225 atau 2,12% ke Rp10.375, dan saham PT Armidian Karyatama TBk (ARMY) turun Rp4 atau 1,83% ke Rp214.

Post Terkait