Dianggap Salah Persepsi, Dirjen Pajak Bakal Blakbakan soal Pajak Profesi Penulis

Penulis Buku Tere Liye telah menyatakan keberatan atas pajak penulis yang ditetapkan oleh Pemerintah yakni 15% dari royalti yang didapatkan. Hal ini disampaikan melalui akun media sosial Facebooknya.

Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Ken Dwijugiasteadi mengatakan akan segera mengklarifikasi permasalah tersebut.

“Oh nanti saya mau konferensi pers. Pajak penulis itu enggak ngerti, pajak penulis itu 15% dari royaltinya yang dipajaki. Dan itu pasal 23 bisa dikreditkan,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Untuk hal ini maka, hari ini Ken merencanakan untuk mengadakan konferensi pers di kantornya. Bahkan sang penulis sendiri akan diundang untuk berbincang bersama.

“Nanti siang, di kantor pajak saya undang. Tere kan,” jelasnya.

Menurut Ken, penulis yang melakukan protes tersebut hanya salah persepsi saja mengenai pajak yang dikenakan untuk profesi penulis. Karena menurut Ken penentuan pajak untuk penulis suda sesuai dan tidak memberatkan.

“Oh enggak. Dia salah persepsi. Enggak seperti itu. Ini buku dijual di Gramedia harga Rp100, si penulis dapat royalti 10 penghasilannya ya 10. Trus dikenai lagi 15% nanti dikreditkan lagi di SPT-nya. Bisa diklaim, bisa lebih bayar,” tukas Ken.

Post Terkait