Deal! RI-Swiss Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Indonesia dan Swiss memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi. Saat ini, Swiss mendukung sekira 40 proyek dukungan teknis di Indonesia dalam rangka membantu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan akses terhadap jasa keuangan, memperkuat perdagangan berkelanjutan, dan mendukung pembangunan infrastruktur.

Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann mengatakan, Pemerintah Swiss berkomitmen untuk melanjutkan dan terus memperbaiki dukungan teknis yang tengah berjalan di Indonesia. “Untuk periode 2017 hingga 2020, Swiss mencanangkan tambahan hibah sebesar USD75 juta guna mendukung prioritas strategis pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar dia di Jakarta.

Dia melanjutkan, Swiss akan meningkatkan dukungan di beberapa bidang keahlian, antara lain pariwisata berkelanjutan dan pendidikan serta pelatihan vokasi. “Dalam empat tahun ke depan, komitmen hibah Pemerintah Swiss dalam rangka mendukung perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor swasta di Indonesia,” ungkap dia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemerintah Indonesia akan fokus pada pengembangan pendidikan vokasi industri, khususnya pariwisata dan manufaktur. “Kita ingin para ahli Swiss menularkan pengalamannya di Indonesia. Selain itu, kita juga mendorong untuk memperbanyak sekolah vokasi di bidang pariwisata,” ujar dia. Bambang melanjutkan, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Swiss atas dukungannya di bidang pembangunan ekonomi.

“Kami berharap dapat terus memperkuat kerja sama yang berjalan dalam mengatasi beberapa tantangan utama di Indonesia, termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan ekonomi, dan menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki akses terhadap jasa keuangan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan daya saing sektor swasta,” papar dia.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mendorong kerja sama bisnis antara industri perhiasan dalam negeri dengan perusahaan jam tangan asal Swiss. “Pada pertemuan kami dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann beserta delegasinya, dari mereka ada yang mewakili asosiasi industri jam, yang mengatakan sedang butuh banyak batu mulia, emas, dan perak berkualitas,” ungkap dia.

Airlangga menyampaikan, pihaknya segera memfasilitasi penguatan kerja sama ekonomi dua belah pihak ini karena akan berdampak positif bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri. Pasalnya, industri perhiasan didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di berbagai sentra perajin di Indonesia.

“Tentunya kami sangat menyambut baik ada peluang kemitraan bilateral ini yang akan membawa keuntungan bagi dua negara,” tegas Airlangga. Airlangga menuturkan, poin lain dari hasil pertemuan dengan delegasi Swiss, yakni mereka membahas serius penerapan pasal dalam Undang-Undang Hak Cipta yang menyebutkan bahwa pemegang paten wajib melakukan produksi atau menggunakan proses di wilayah Indonesia.

“Mereka juga membahas kepastian dalam bentuk perjanjian investasi,” imbuh dia. Pada dialog tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia ingin mempercepat negosiasi dalam perundingan Indonesia-European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (EFTA-CEPA).

“Sekarang sudah memasuki tahapan perundingan ke-13 dari target 17 putaran,” ungkap dia. Airlangga berharap, dari hasil pertemuan dengan Schneider-Ammann beserta delegasinya, kerja sama Indonesia-Swiss dapat tercapai. “Apalagi, Bapak Presiden Joko Widodo pada Oktober nanti rencananya berkunjung ke Swiss, diharapkan apa yang sudah kami bahas ini dapat memiliki kemajuan yang berarti dan strategis bagi dua negara,” tutur dia.

Post Terkait