Data Ekonomi Positif Dorong Penguatan Dolar AS

Kurs dolar AS diperdagangkan lebih kuat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi dari negara tersebut.

Laporan Federal Reserve menyebutkan, setelah turun 0,3% pada Januari, produksi industri AS naik 1,1% pada Februari, jauh di atas perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4%.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 6,3 juta pada hari kerja terakhir Januari, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 5,8 juta.

Angka awal sentimen konsumen AS pada Maret meningkat menjadi 102, lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 98,8, menurut sebuah survei yang dikeluarkan oleh University of Michigan.

Sementara itu, housing starts (jumlah rumah baru yang dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Februari berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1.236.000 unit, gagal memenuhi konsensus pasar, seperti yang diumumkan Departemen Perdagangan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,1% menjadi 90,231 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2284 dolar AS dari 1,2303 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3939 dolar AS dari 1,3934 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7712 dolar AS dari 0,7798 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,09 yen Jepang, lebih rendah dari 106,25 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9528 franc Swiss dari 0,9516 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3095 dolar Kanada dari 1,3057 dolar Kanada.

Post Terkait