Darmin Masih Jadi Menkeu Sementara Gantikan Sri Mulyani

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, masih menjadi Menteri Keuangan ad interm menggantikan Sri Mulyani Indrawati, yang masih dalam perjalanan pulang dari pertemuan G20 di Hamburg, Jerman.

Darmin menjadi pimpinan pemerintah dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai asumsi makro dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017.

Turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro; Gubernur Bank Indonesia (B), Agus Martowardojo; dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto.

Rapat dipimpin oleh Melchias Marcus Mekeng dan dilakukan secara terbuka.

“Kita mulai saja, menurut catatan daftar hadir 15 orang dari 8 fraksi, berdasarkan ketentuan tata tertib DPR RI, izinkan kami membuka rapat kerja Komisi XI dengan Kemenkeu, BI, Bappenas, dan BPS, dan rapat dibuka dan terbuka secara umum,” kata Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Mekeng menyebutkan, dalam pembahasan awal RAPBN-P 2017, pemerintah telah mengusulkan pengubahan empat asumsi makro, yakni tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Kurs), dan tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan.

“Agenda Raker kita mengenai asumsi makro dalam RAPBNP 2017, kita ketahui pemerintah ajukan pengubahan, dalam perubahan tersebut didasari oleh pengubahan yang diajukan pemerintah, yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, kurs, dan SPN. Untuk mempersingkat waktu kita persilakan Menteri Keuangan ad interm,” tukas dia.

Post Terkait