Darma Hanwa Siapkan Belanja Modal Rp1,26 Triliun

Emiten kontraktor tambang batu bara PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tahun depan akan menyiapkan belanja modal (capital expenditura/ capex) sebesar USD93,8 juta atau setara Rp1,26 triliun (Rp13.000/USD).

Belanja modal ini naik hampir enam kali lipat dibanding capex tahun ini yang hanya USD14,18 juta. “Kenaikan ini seiring kenaik an harga komoditas,” kata Presiden Direktur Darma Henwa Faisal Firdaus dalam papar – an publik perseroan di Jakarta belum lama ini. Sumber pendanaan dari ca – pexituberasaldari leas ing USD15 juta, fenderfinancing USD25juta, perbankan USD25 juta, sisanya kas perusahaan. “Capex ini akan digunakan un tuk komponen, IT, pembelian alat karena industri batu bara di perkirakan booming 5-6 bu lan ke depan. Jadi, sudah harus di siap kan sejak Desember ini,” paparnya.

Menurunnya capex 2017 di perkirakan hanya mencapai USD14,18 juta atau turun 67% dibanding belanja modal pada 2016 yang mencapai USD40,4 juta. “Capex pada 2017 meng – alami penurunan karena per se – roan belum memperoleh pem – bia yaan yang sesuai kebutuhan dan karena adanya penundaan belanja modal hingga tahun 2018,” kata Faisal.

Saat ini perseroan tengah mengincar tiga proyek yang akan digarap pada 2018, di antaranya proyek penambangan mineral seng (Zn) yang terletak di Ka bu paten Dairi, Sumatera Utara. Pro yek ini dimiliki PT Dairi Prima Mineral dengan ling kup pekerjaan mining development se suai persya ratan teknis atas de sain dan su – per visi tek nis sesuai ketentuan. Periode kontrak 30 tahun se jak di mu lainya produksi. Nilai kontrak di esti ma si kan USD60juta-70 juta. Selain itu, proyek pe nam – bangan tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Proyek ini dimiliki oleh PT Gorontalo Minerals dengan lingkup pekerjaan road construction 12 kilometer. Proyek ketiga, yakni penambangan emas yang terletak di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, dimiliki oleh PT Citra Palu Minerals dengan ling kup pekerjaan road con struction dan surface preparation. Nilai kontrak diestimasikan mencapai USD40 juta-55 juta.

Faisal menambahkan, pendapatan pada 2018 diproyeksikan akan meningkat 71% menjadi USD406,6 juta. Laba kotor di tahun depan diproyeksikan meningkat 18% menjadi USD38,4 juta. 

Post Terkait