Dari 5 Surat Utang, Negara Serap Rp15 Triliun

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menerbitkan 5 seri surat utang negara (SUN). Adapun seri yang dilelang melalui sistem Bank Indonesia antara lain seri SPN03171123 (new issuance), SPN12180511 (reopening), FR0059 (reopening), FR0074 (reopening) dan FR0075 (reopening).

Melansir Situs Kemenkeu, Senin (28/8/2017), total penawaran yang masuk sebesar Rp46,3 triliun. Namun, pemerintah hanya menyerap Rp15 triliun pada penerbitan SUN tersebut.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03171123 mencapai Rp5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,00600%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 23 November 2017 ini mencapai Rp5,97 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 4,95% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,1%.

Sementara itu untuk seri SPN12180511, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,65710%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 11 Mei 2018 ini mencapai Rp10,15 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,55% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,85%.

Adapun seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,85881%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp11,09 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0% ini mencapai 6,83% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,99%.

Kemudian seri FR074, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28994%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2032 ini mencapai Rp9,18 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5% ini mencapai 7,28% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,41%.

Selanjutnya seri FR075, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,36099%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2038 ini mencapai Rp9,9 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5% ini mencapai 7,34% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,65%.

Post Terkait