Dana Pemda yang Terparkir di Bank Naik Jadi Rp 160 Triliun

Dana simpanan pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di bank secara nasional mencapai Rp 160,57 triliun per akhir Februari 2018. Jumlah tersebut naik Rp 20,35 triliun dibanding Januari, tapi turun dari periode yang sama pada 2017.

Dari data yang diterima Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan yang diperoleh Liputan6.com, Jakarta, Minggu (25/3/2018), posisi simpanan pemda di bank per akhir Februari tahun ini senilai Rp 160,57 triliun atau turun sebesar Rp 7,86 triliun atau 4,7 persen dari posisi Februari 2017 sebesar Rp 168,43 triliun.

Akan tetapi, dana simpanan di akhir Februari 2018 meningkat signifikan sebesar Rp 20,35 triliun atau 14,5 persen dari posisi Januari yang sebesar Rp 140,2 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Boediarso Teguh Widodo, mengatakan peningkatan dana simpanan pemda tersebut disebabkan adanya surplus konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Februari 2018.

“Terutama karena realisasi pendapatan daerah di Februari 2018 lebih besar daripada realisasi belanja daerah di bulan yang sama,” ujar dia.

Adapun realisasi pendapatan daerah pada bulan kedua ini mencapai Rp 65,47 triliun, termasuk realisasi pernyaluran dana tranfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 46,7 triliun.

Sementara realisasi belanja daerah hanya mencapai Rp 41 triliun atau naik sebesar Rp 8,9 triliun jika dibandingkan dengan realisasinya pada Januari 2018 yang mencapai Rp 32,1 triliun.

Boediarso mengungkapkan, masih rendahnya realisasi penyerapan belanja daerah pada Februari 2018 karena pada awal tahun, pemda pada umumnya baru merealisasikan penyerapan belanja operasional.

“Sedangkan penyerapan belanja modal belum optimal, karena beberapa faktor, misalnya proses pemilihan penyedia barang dan jasa (lelang barang) masih berjalan, pembebasan lahan yang belum tuntas, dan lainnya,” ujarnya.

 

Post Terkait