AS dan China Jadi Penyebab Lesunya IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pagi ini. Penyebabnya adalah efek dari kebijakan ekonomi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) dan penurunan peringkat utang China oleh Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings.

“Adapun sentimen global sangat mempengaruhi penurunan IHSG hari ini,” ujar Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama kepada detikFinance, Jumat (22/9/2017).

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 1,348 poin (0,02%) ke level 5.905,225. Indeks LQ45 turun 0,341 poin (0,03%) ke level 983,073.

IHSG sempat naik tipis 0,969 poin (0,02%) ke level 5.907,542. Sementara itu Indeks LQ45 justru melemah 0,444 poin (0,05%) ke level 982,970.

Hingga pukul 09.06 waktu JATS, IHSG berkurang 4,527 poin (0,08%) ke level 5.902,046. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,525 poin (0,16%) ke level 981,889.

Malam tadi The Fed mengumumkan untuk menahan suku bunga acuan. Meskipun di akhir tahun diproyeksi bisa naik mencapai 1,25-1,50% pada akhir tahun 2017 atau 0,25 basis poin di atas level saat ini, namun ekonomi AS dianggap masih terlalu lambat.

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS menyebabkan The Fed tidak jadi menaikkan tingkat suku bunga acuan pada bulan ini,” jelasnya.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings baru saja memangkas peringkat utang China dari A+ menjadi AA-. Alasan S&P yaitu semakin tingginya risiko ekonomi akibat peningkatan utang yang terlalu cepat.

“Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok berdampak pada penetapan keputusan S&P untuk mendowngrade Tiongkok dari AA- menjadi A+,” terang Nafan.

Post Terkait