Dampak Data Tenaga Kerja AS: Obligasi Naik, Dolar Turun

Obligasi pemerintah Amerika Serikat meningkat 1,03% pada perdagangan akhir pekan seiring dengan solidnya rilis data tenaga kerja. Namun, indeks dolar melemah.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3), obligasi 10 tahun AS meningkat 0,030 poin atau 1,03% menjadi 2.896.

Sementara itu, indeks dolar AS pada perdagangan akhir pekan malah terjatuh 0,077 poin atau 0,09% menjadi 90,102. Harga merosot 2,19% sepanjang tahun berjalan.

Dikutip dari Reuters, Partner investment manager Again Capital di New York John Kilduff menyampaikan, laporan pekerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi dan pertumbuhan yang kuat.

“Namun, dolar AS tergelincir karena kenaikan upah AS yang melambat. Sentimen ini mendukung pandangan Federal Reserve tidak akan mempercepat langkah penaikan suku bunga,” paparnya.

Pada Jumat (9/3) waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS merilis tiga data tenaga kerja periode Februari 2018, yakni Non Farm Payroll (NFP), peningkatan upah per jam atau average hourly earnings, dan tingkat pengangguran.

Hasil NFP meningkat menjadi 313.000 pekerja, melampaui konsensus sebesar 205.000 pekerja, dan pencapaian bulan sebelumnya sejumlah 239.000 pekerja.

Adapun, upah per jam naik menurun menuju 0,1% dari sebelumnya 0,3%. Hasil tersebut juga di bawah estimasi konsensus sebesar 0,2%.

Tingkat pengangguran Februari 2018 stabil di level 4,1% seperti Januari 2018. Namun, pencapaian itu di bawah estimasi konsensus sebesar 4,0%.

Post Terkait