Dalam 3 Tahun Jokowi, Realisasi Investasi Naik dari Rp 545 T ke Rp 613 T

Realisasi investasi di Indonesia berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengalami kenaikan setiap tahunnya. Realisasi investasi pada tahun 2015 sebesar Rp 545 triliun yang mengalami kenaikan dibandingkan 2014 Rp 463 triliun.

Kenaikan realisasi investasi juga terjadi di 2016 sebesar Rp 613 triliun dan di tahun 2017 ditargetkan mencapai Rp 678,8 triliun dengan realisasi per semester I-2017 mencapai Rp 336,7 triliun atau naik 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini investasi tahunan dana mengalir dari investor internasional maupun domestik,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017).

Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan tujuan investasi 4 besar di bawah Amerika Serikat (AS), China, dan India. Sebelumnya pada 2014-2016 Indonesia berada di posisi 8.

Dirinci per wilayah sepanjang 2015-2017? realisasi investasi di Sumatera naik hingga 87% sebesar Rp 256,6 triliun, Kalimantan naik 41% menjadi Rp 198 triliun, Jawa naik 50% Rp 807,1 triliun. Selanjutnya, realisasi investasi di Sulawesi melonjak hingga 189% sebesar Rp 118,9 triliun, Bali dan Nusa Tenggara naik 49% sebesar Rp 48,1 triliun, dan Papua dan Maluku 23% sebesar Rp 66,1 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa sudah mulai tren-tren investasi pertumbuhannya tinggi luar Jawa,” ujar Lembong.

Dilihat per sektor, realisasi investasi sepanjang 2015-2017 48% di antaranya ada di sektor industri dengan nilai Rp 717,5 triliun, listrik, gas dan air Rp 147,6 triliun, pertambangan Rp 142,2 triliun, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 125,5 triliun, tanaman pangan dan perkebunan Rp 99,5 triliun, dan lainnya Rp 262,6 triliun.

Post Terkait