Cemas Menanti Kenaikan Suku Bunga AS, Investor Ramai-Ramai Beli Dolar AS

Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat terhadap yen Jepang, karena investor memilih mengoleksi dolar AS menjelang pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi diharapkan tidak akan memberikan petunjuk terkait kebijakan moneter kawasan tersebut. Namun, investor menantikan petunjuk mengenai kapan kenaikan suku bunga AS selanjutnya.

Dolar AS stabil pada 109,540 per yen Jepang, setelah menguat 0,5%. Greenback diperkirakan akan berakhir 0,3% lebih tinggi terhadap yen pada pekan ini, di mana dolar AS telah merosot serendah 108.635 per yen Jepang, karena ketegangan geopolitik yang berasal dari Semenanjung Korea.

Sementara investor di Jepang menyoroti apa yang bisa menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan para bank sentral, dan mengapa tekanan inflasi masih sangat lemah meskipun pemulihan ekonomi global mulai terjadi.

Consumer price indexs Jepang naik tipis untuk bulan ketujuh berturut-turut di Juli dari tahun sebelumnya, namun kenaikan tersebut merupakan turun 0,5% karena tagihan bahan bakar yang lebih tinggi.

Sementara euro bergerak mendatar di USD1,1799 EUR, mengikuti sesi semalam yang tenang. Euro bergerak pada kisaran ketat USD1,18-USD1,18 per euro. Euro pun berada di jalur penguatan sebesar 0,3% minggu ini.

Euro telah menguat hampir 14% terhadap dolar AS tahun ini, dan beberapa pengamat fokus pada apakah Draghi akan memilih untuk menurunkan kekuatan mata uangnya demi menjaga daya saing kawsan tersebut.

Sementara indeks dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tidak berubah di level 93.296, setelah sempat naik 0,15% semalam berkat kenaikan hasil US Treasury AS.

Post Terkait