Catat! Ini Sederet Sindiran Jokowi untuk Proyek Kereta Cepat yang Lelet

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali menyindir leletnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak hal yang disoroti Presiden terkait proyek ini.

Misalnya soal ribut-ribut terkait proyek ini yang berjalan cukup lama.

“Kita mau membangun kereta api cepat jarak hanya 148 km saja sampai sekarang belum mulai, ributnya sudah dua tahun. Debat, ramai, baik atau enggak baik,” jelasnya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa 23 Mei 2017.

Bahkan, pada Selasa 25 Juli 2017, Presiden juga menggelar rapat terbatas yang khusus membahas perihal proyek kereta cepat, termasuk yang jurusan Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

Salah satu yang ditekankan Presiden Jokowi adalah soal risiko bisnis. Dia meminta porsi kepemilikan Indonesia dalam konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikurangi menjadi hanya 10%.

“Presiden minta didetailkan kembali karena ini business to business, kan kemarin 60:40, 60 Indonesia risikonya. Ini dia minta apa harus, kenapa Indonesia enggak 10% untuk Indonesia, 90% China untuk memperkecil risiko,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 25 Juli 2017.

Jokowi juga menyebut, transportasi massal di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Dia mencontohkan, Indonesia saat ini masih membahas kereta cepat. Hanya saja, pembahasan ini telah jauh tertinggal dibandingkan negara lain yang telah membahas hyperloop atau sistem transportasi berkecepatan tinggi lainnya.

“Kita baru saja berbicara masalah high speed train tapi negara lain sudah bicara hyperloop. Oleh sebab itu, kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan high speed train kita sudah bahas dalam beberapa kali pertemuan,” kata Jokowi.

Post Terkait