Cara Rini Tangani 6 BUMN yang Rugi Setelah Disuntik Modal

Kementerian Keuangan mencatat ada 6 BUMN yang justru kinerja keuangannya memburuk setelah disuntik penyertaan modal negara (PMN) di 2015. BUMN itu di antaranya PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Menurut Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, PT Dok dan Perkapalan Surabaya merugi lantaran floating dock alias dok apung untuk pemeliharaan kapal belum juga datang ke Surabaya.

Hal ini mempengaruhi kinerja keuangan perseroan yang mengakibatkan kerugian.

“Floating dock belum datang untuk pemeliharaan kapal kan butuh waktu belum datang sehingga dia belum bisa memanfaatkan kapasitas produksinya sehingga kemudian dia masih merugi,” ujar Harry saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Selanjutnya, kerugian yang dialami PTDI karena lantaran tertundanya pengiriman pesawat terbang. Hal ini membuat perseroan menanggung beban produksi lebih banyak tahun lalu.

 

“Kalau PTDI karena tahun lalu banyak delivery pesawat yang ditunda jadi tahun ini,” kata Harry.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta seluruh BUMN yang mendapatkan PMN untuk segera menyelesaikan proyek, sehingga bisa berdampak langsung ke produksi dan penerimaan perseroan.

“Sekarang Ibu Menteri BUMN itu sedang mengonsolidasikan bahwa semua yang mendapatkan PMN harus segera menyelesaikan projectnya, supaya bisa meningkatkan kapasitas dan sesuai programnya bisa berkontribusi buat laba,” kata Harry.

“Kalau pajak segala macam tentunya masih terus, cuma yang diharapkan keuntungan itu jangan sampai mengurangi modalnya,” tambah Harry.

Post Terkait