Bursa Asia Menguat Buntuti Wall Street yang Cetak Rekor

Bursa saham Asia diperdagangkan di zona hijau pada hari Rabu mengekor penguatan Wall Street yang mencetak rekor. Selain itu ditopang naiknya harga minyak dunia.

Melansir CNBC, Rabu (26/7/2017), indeks saham acuan di Jepang, Nikkei 225 Jepang naik 0,73% pada awal perdagangan karena dolar menguat terhadap yen.

Sementara itu, indeks saham di Korea Selatan, Kospi naik tipis 0,1% dan indeks ASX 200 di Australia naik 0,89% didorong kenaikan di sektor energi dan bahan baku yang masing-masing naik 2,45% dan 2,04%.

Tercatat, harga minyak melonjak lebih dari 3% karena produsen minyak utama AS Anadarko telah mengumumkan rencana untuk mengurangi belanja modal karena harga minyak yang lebih rendah.

Sentimen pasar juga didorong saat pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi akan membatasi ekspor minyak mentahnya dalam upaya mengatasi kelebihan pasokan.

Minyak mentah Brent naik 0,74% menjadi diperdagangkan pada USD50,57 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,98% menjadi USD48,36 per barel.

Kepala Analis Wood Mackenzie Simon Flowers mengatakan, terlepas dari sentimen positif yang mendorong harga minyak, Wood Mackenzie mencatat bahwa rebalancing kemungkinan akan terancam pada 2017 dan 2018 karena volume yang lebih besar di pasar. OPEC kemungkinan akan memperpanjang pemotongan produksi hingga akhir 2018 untuk menghindari bencana, analis

“Ada risiko penurunan untuk dua tahun ke depan, pada tanggal 10 Juli, kami perkirakan harga minyak turun sebesar USD2,50 per barel untuk masing-masing dua tahun ke depan menjadi USD51 per barel pada 2017 dan USD50 per barel pada tahun 2018,” kata Flowers.

Post Terkait