Bunga Acuan BI Turun, Saatnya Investasi di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indoensia (BEI) menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya BI 7 days repo rate dari 4,75% jadi 4,5%. Padahal penurunan suku bunga acuan tidak berpengaruh langsung terhadap pasar modal.

Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, turunnya suku bunga akan menekan bunga instrumen investasi di perbankan. Dengan begitu instrumen investasi di pasar modal akan lebih menarik.

“Sekarang potensi investasi kalau cuma 6-7 %, mending pakai pasar modal. Rata-rata yang IPO hasilnya bagus,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Rata-rata saham yang baru melakukan mencatatkan sahamnya atai initial public offering (IPO) memang memberikan retun yang cukup mencengangkan. Contohnya saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang melakukan listing pada 28 April 2017 menawarkan saham di level Rp 105 per saham.

Namun pada penutupan perdagangan kemarin saham MINA bertengger di level Rp 1.900. Itu artinya saham MINA sudah menguat hingga 1.709% hanya dalam waktu sekitar 5 bulan.

“Ini yang harus diinformasikan, gunakan instrumen pasar modal. Jadi penurunan BI rate berpengaruh secara long term. Mereka percaya bahwa investasi di pasar modal lebih menguntungkan,” tukasnya.

Post Terkait